Menteri PUPR Resmikan Jembatan dan Overpass Pertama Dengan Dana CSR



Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan 1 Jembatan dan 3 Overpass yang dipusatkan di jembatan Kanal Antang, Sungai Puting, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2). Jembatan dan Overpass tersebut merupakan yang pertama kali dibangun dengan dana sepenuhnya dari empat perusahaan swasta nasional dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam acara tersebut turut hadir Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Bupati Tapin serta para perwakilan manajemen dari keempat perusahaan tersebut.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan jembatan dengan skema CSR dapat menjadi model baru pembiayaan infrasfruktur terutama di bidang jalan dan jembatan. Keberadaan jembatan dan overpass tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Selama saya jadi Menteri baru pertama kali saya resmikan sarana dan prasarana di jalan nasional yang dibangun oleh pengusaha melalui program CSR. Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN atau KPBU. Jadi ini program yang patut kita apresiasi dan bisa dijadikan model," kata Menteri Basuki.

Total panjang pembangunan overpass dan jembatan sepanjang 1,507 meter meliputi overpass PT Talenta Bumi sepanjang 393,3 meter di KM 46,9, overpass PT Binuang Mitra Bersama sepanjang 364,51 meter di KM 54, overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,12 meter di KM 60 dan jembatan PT Antang Gunung Meratus sepanjang 392,8 meter di KM 61.9.

Sebelum ada jembatan tersebut, dua kabupaten yang berbatasan yakni Tapin dan Barito Kuala terpisahkan oleh sungai dan hanya bisa dilewati menggunakan perahu. "Mudah-mudahan tidak hanya menghubungkan dua kabupaten, tapi juga menyambungkan hati antara masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di kawasan ini," ujar Menteri Basuki.

Bupati Tapin Muhammad Arifin Arpan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan para 4 perusahaan tambang yang membangun jembatan serta overpass, sehingga akses masyarakat Kabupaten Tapin semakin terbuka. "Kami sebelumnya untuk menyeberang menggunakan (kapal) feri, dengan adanya jembatan ini bisa menguhubungkan 2 kabupaten. Sebelumnya, masyarakat kabupaten Tapin merasa terasingkan," ujarnya.

Selain memantapkan fungsi jalan nasional dan memperlancar distribusi hasil pertambangan, pembangunan overpass dan jembatan di Kalsel akan mempermudah aksesibilitas dan mobilitas lalu lintas Jalan Marabahan – Margasari, mengurangi waktu tempuh pengguna jalan mengingat ruas tersebut merupakan jalan alternatif penghubung di Kalsel, dan mendukung aktivitas industri pertambangan menuju terminal batu bara di Kota Banjarmasin, Batu Licin dan sekitarnya. Dengan harapan, pembangunan infrastruktur tersebut akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah kota/kabupaten di Provinsi Kalsel. (Berbagai Sumber)

<script data-ad-client="ca-pub-7820226735816184" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
-->